“Pemkab akan menjalin kerjasama dengan ormas manapun untuk kemajuan Kabupaten Bojonegoro, termasuk dengan LDII,” demikian yang dikatakan Bupati Bojonegoro Anna Muawannah ketika menerima kunjungan dan audiensi pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bojonegoro dirumah dinas Bupati. Senin (29/10/2018) .

Pertemuan itu sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawannah didampingi Makmun Kasubag Keagamaan bagian Kesra Pemkab. Pengurus LDII yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut adalah Ketua LDII H. Saptoto Priyo Rahardjo, Wakil Ketua H. Agus Aripin, Sekretaris Muhammad Nashikin, Abu Yamin dan H M. Yusuf sebagai Dewan Penasehat LDII.

Bupati menambahkan, akan memfokuskan pembangunan dalam tiga tahun mendatang berupa peningkatan kualitas jalan dan jembatan. Sebab 60% jalan dan jembatan di Bojonegoro rusak berat, terutama jalan poros kecamatan.

“Itu yang menjadi prioritas Pemkab, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu dengan jalan dan jembatan yang rusak. Kita harapkan pada tahun 2021 jalan sudah mulus. Kalau jalan mulus secara otomatis roda perekonomian masyarakat terangkat dan bisa menekan angka kemiskinan,” terang Bupati.

Disamping itu, lanjut Bupati, Pemkab juga akan melaksanakan penghijauan diseluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan menanam sejuta pohon, yang dikemas dalam program “Bojonegoro Menanam”. Sebab, ketika memasuki musim kemarau seperti ini Bojonegoro cuacanya sangat panas. Bahkan suhunya lebih panas dari Surabaya yang terkenal panas.

“Itu juga menjadi salah satu program, karena Pemkab juga peduli dengan lingkungan,” jelas Bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bojonegoro, H. Saptoto Priyo Rahardjo mengatakan, Bahwa LDII siap bekerjasama dengan Pemkab dalam segala hal termasuk penanaman sejuta pohon. Karena LDII juga peduli dengan lingkungan yang selaras dengan hasil Rakernas 2018 yaitu “LDII Go Green”.

“Alhamdulillah ternyata program Pemkab dengan LDII sejalan, sehingga bisa bekerjasama dengan baik.” kata H. Saptoto Priyo Rahardjo kepada ldiibojonegoro.com. 

LDII, terang H. Sapto, juga menyampaikan tentang keluh kesah organisasi yang dipimpinnya tentang jarangnya mendapatkan undangan dari Pemkab dalam rangka upacara hari besar nasional, hari jadi Kabupaten maupun hari Kemerdekaan RI. Sebab, menurut pria yang juga pengusaha bakso Mr Granat 354 ini, LDII juga ingin berperan dalam pembangunan termasuk mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Pemkab.

“Dan mohon maaf ini saya sampaikan kepada Bupati agar berkenan ditindaklanjuti.” harapnya seraya meminta Bupati.

Mendengar keluh kesah ketua LDII tersebut. Bupati langsung merespons kepada sekretaris pribadinya untuk mencatat agar dilain waktu ada undangan kepada LDII. Bahkan, Bupati juga berkenan jika ada undangan dari LDII kepadanya akan diusahakan datang. Asalkan tidak ada kegiatan yang bersinggungan di atasnya.

“Secara hirarki pemerintahan, kalau ada agenda dengan Gubernur atau Kepolisian Jawa Timur dan agenda mendesak lainnya ya harus kita datangi. Tapi selagi tidak ada agenda tersebut, saya akan usahakan datang,” terangnya tanpa membeda-bedakan dengan ormas yang lain. (Attanukhi/KIM DPD LDII Bojonegoro)

 

 

2+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *