Bertempat di Aula Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Kabupaten Tuban. Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Komisi Dakwah menggelar acara “Mudzakaroh Dai se-exs Karesidenan Bojonegoro”, Sabtu (21/04/2018). Karesidenan Bojonegoro sendiri meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

“MUI sebagai wadah para ulama’, tentu dalam posisi pemberi pencerahan tentang akidah islam kepada umatnya,” kata Abdurrahman Navis, Ketua I MUI Provinsi Jatim dalam sambutannya.

Kehidupan bermasyarakat dalam konteks Islam perlu adanya penyatuan persepsi dan sinergi melalui dua gerakan dakwah. Gerakan yang bisa menyatukan Islam secara Wasathiyah dan gerakan yang berpedoman pada dakwah nasional.

“Itu yang menjadi tanggung jawab kita bersama selaku ulama’ di masing-masing ormas Islam,” tambah Abdurrohman Navis yang juga menjadi salah satu narasumber.

Acara itu sendiri dibuka oleh Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Tuban dan dihadiri oleh beberapa Ormas Islam dalam lingkup MUI se-exs Karesidenan Bojonegoro termasuk peserta dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Dengan mendatangkan narasumber KH Abdurrahman Navis, Ketua I MUI Provinsi Jatim dan Masdar Hilmi, Wakil Direktur Pasca Sarjana UINSA Surabaya.

Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Tuban, dalam sambutannya mengatakan, Umat Islam jangan sampai terpecah belah dengan kondisi zaman sekarang ini. Karena maraknya berita bohong/HOAX lewat media sosial dengan berbagai macam isu. Apalagi menyangkut masalah agama.

“Jika menerima berita apapun lewat media sosial, teliti dan tabayyun dulu ke narasumber, jangan langsung di sebarluaskan. Yang akhirnya menjadikan keresahan di masyarakat,” harap Noor Nahar yang juga seorang ulama’ NU tersebut.

Sementara itu, Masdar Hilmi, dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa sebagai Ulama’ harus paham betul tentang ilmu Al qur’an dan Al hadist. sebab apa yang dikerjakan oleh Ulama’ di kehidupan sehari-hari menjadi contoh bagi umatnya.

“Jika Ulama’ berbuat baik sesuai dengan akidah Islam, maka umat juga akan berbuat baik. Tapi sebaliknya, jika Ulama’ berbuat jelek, maka umat pun akan mencontoh Ulama’nya,” beber Masdar Hilmi yang memperkuat penjelasan Abdurrohman Navis.

Ustadz Abdul Kohir, salah satu peserta dari LDII Kabupaten Bojonegoro menyatakan, sangat senang sekali mengikuti kegiatan seperti ini. Sebab menurutnya, ulama’ LDII bisa lebih akrab lagi dengan ulama’ yang berasal dari ormas lain.

“Kita bisa saling bertukar informasi dan mengkaji permasalahan yang timbul di masing-masing umat, sehingga bisa di pecahkan bersama-sama,” ujar Mbah Doel sapaan akrabnya kepada ldiibojonegoro.com.

 

 

 

-1+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *