“Harus disikapi secara benar dengan merujuk pada undang-undang, bahwa semua lapisan masyarakat dalam mewujudkan pilkada damai perlu adanya koordinasi semua pihak,” demikian sambutan Eko Sasmito, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur.

KPU Kabupaten Bojonegoro sendiri, Sabtu (28/04/2018) menggelar acara “Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018” digedung KPU lantai dua. Yang dihadiri oleh Eko Sasmito Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Abdim Munip Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro dengan jajaran Komisionernya, Ketua Organisasi Masyarakat termasuk utusan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  serta tamu undangan lain.

Menurutnya, Pelaksanaan Pemilihan Umum secara serentak dibagi menjadi tiga tahapan sesuai UU PKPU No 10 tahun 2016 tentang pilkada serentak. Yaitu di tahun pelaksanaan 2019, tahun 2022 dan tahun 2024.

Pemilihan tahun 2019 adalah pelaksanaan pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilihan Presiden. Pemilihan tahun 2022 adalah hasil dari pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 dilaksanakan secara serentak dan Pemilihan tahun 2024 adalah pemilihan secara serentak mulai pilkada Bupati dan Wakil Bupati, Pileg, Pilgub sampai dengan Pilpres.

“Jadi nanti di pemilihan tahun 2019 ada 5 kotak pemilihan. Yaitu kotak DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Pemilihan Presiden.” kata Eko Sasmito.

KPU Provinsi Jawa Timur sendiri, menurut Eko, sudah melaksanakan salah satu tahapan pemilihan yaitu menggelar debat publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada 12 April 2018 lalu.

“Dan itu (debat publik) adalah pelaksanaan yang pertama, yang kedua kita laksanakan pada 08 Mei 2018, semoga semua tahapan pemilihan berjalan dengan lancar.” jelas mantan Ketua KPU Surabaya tersebut.

Abdim Munip, Ketua KPU Bojonegoro mengatakan, bahwa untuk menuju pemilihan yang berkualitas serta masyarakat bisa berpartisipasi dalam pemilihan, Maka KPU Bojonegoro juga menggelar sosialisasi tahapan pemilihan di beberapa Kecamatan, Komunitas, Sekolah dan masyarakat pada umumnya.

“Harapannya partisipasi pemilih bisa meningkat dibanding tahun lalu, karena kita mempunyai target 77,5 % pemilih bisa menggunakan haknya,” jelas Abdim Munip.

Lebih lanjut, terang Munip, karena terlalu seringnya pelaksanaan pemilihan umum tahun mendatang, maka KPU Bojonegoro mengemas seluruh tahapan sosialisasi pemilihan ini dengan “Wisata Berpolitik dan Berdemokrasi”. Sehingga masyarakat bisa belajar bagaimana menerima hasil pemilihan ini dengan hati senang.

“Karena kita mempunyai Tagline ‘Menggelar Pilkada Tanpa Sengketa,’ “. terang Abdim Munip yang juga adik kandung dari Pratikno, Menteri Sekretaris Negara tersebut.

 

 

 

1+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *