Bojonegoro (1/5) Kejuaraa Pasanggiri persinas asad beladiri pencak silat dilaksanakan di aula serba guna Masjid Al Islah, Balen, Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta mulai dari anak-anak hingga laki laki yang berusia lanjut.

Festival persinas asad dibuka secara resmi oleh Bapak H.Moh Yusuf selaku pembina pencak silat asad untuk wilayah Bojonegoro Wilayah Timur.

Kegiatan ini bertujuan untuk membudayakan kesenian pencak silat asad dimulai dari kalangan anak-anak hingga berusia lanjut. Karena budaya silat ini mulai tergerus oleh modernisasi.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang temu, namun disini Kami ingin meningkatkan rasa suka dan membudayakan kesenian pencak silad asad dimulai sejak dini hingga yang berusia lanjut. Saya juga berharap dengan diadakannya festival ini bisa menjadi wadah yang nantinya akan melahirkan atlit-atlit pencak silat asad untuk dimasa yang akan datang” Ujar Giono selaku ketua pelaksana ajang bergengsi ini.

Kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya sekedar bentanding, namun juga sebagai tempat silahturahmin antar sesama serta salah satu cara untuk memotivasi para pemuda untuk lebih semangat lagi dalam mengemban potensi pencak silat.

“Saya bersyukur karena telah dilaksanakan dan digelarnya acara ini sebab memberikan manfaat kepada para pemuda untuk lebih semangat lagi dalam mengemban kemampuan pencak silat. Dan juga untuk tahun depan, apabila akan dilaksanakan lagi pencak silat juga diadakan dan ditujukan untuk para pemudinya, karena bela diri tidak hanya dibutuhkan dan berguna untuk kaum pria namun juga sangat dibutuhkan untuk kaum wanita. Jadi akan lebih ramai lagi” Tutur Moh Irfan Efendi sebagai salah seorang peserta.

Kehebohan serta ketegangan tidak hanya dirasakan oleh para peserta pencak silat namun juga dirasakan oleh para penonton yang menyempatkan diri untuk hadir. Mereka saling bersautan untuk menyemangati jagoan mereka dalam bertanding.

“Sudah lama sekali saya tidak melihat acara ini, sudah beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah acara ini dilaksanakan lagi dalam bentuk yang berbeda. Saya jadi ikut-ikutan tegang disaat para peserta main banting. Kegiatan ini sangat bagus, disini kita juga bisa melihat bibit-bibit yang bisa memajukan pencak silat ini kedepannya, hal ini juga memotivasi mereka untuk mendapat juara dalam pertandingan, sehingga mereka lebih semangat dalam berlatih” Ungkap Mad Wahyudi salah seorang penonton.  (Kim Ag-BJN TIM)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *