Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro menggelar acara “Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Rasa Cinta Tanah Air” di aula Vermillion Hotel Dewarna Bojonegoro, Kamis (26/07/2018).

Hadir di acara tersebut Bambang Sukoriyanto Kepala Bidang Integrasi Bangsa Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Kusbiyanto Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Freddy Purnomo Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa timur, Letkol Inv Didik Suryadi Pabandya Bakti Kodam V Brawijaya dan undangan yang berasal dari tokoh ulama, tokoh masyarakat, ormas dan lembaga pendidikan yang ada di Bojonegoro termasuk utusan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Menurut Freddy Purnomo, Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, kekayaan khazanah Indonesia perlu dikembangkan dan dilestarikan oleh anak-anak bangsa. Menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta yang lebih penting adalah menghilangkan sifat ego sektoral untuk menuju kebersamaan.

“Karena jika sifat ego sektoral masih ditonjolkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kebersamaan akan sulit diwujudkan,” kata Freddy Purnomo.

Banyaknya kejadian kekerasan antar etnik, bersinggungan dengan isu sara, serta pemahaman yang dangkal dalam memaknai ideologi bangsa menjadi contoh lemahnya pengawasan kepada masyarakat. Maka perlunya penguatan toleransi keberagaman dalam berbangsa dan bernegara.

“Dan saya sangat prihatin kepada pemuda, karena sebanyak 30% pemuda Indonesia tidak paham dengan ideologi bangsa, sehingga terpengaruh dengan paham radikal,” sesal Freddy.

Sementara itu, Letkol Inv Didik Suryadi mengatakan, perlunya pembangunan karakter bangsa untuk menangkal munculnya rasa intoleransi antar umat. Mengutip apa yang disampaikan Bung Karno “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter. Kalau tidak dilakukan, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli”.

“Untuk itu, pembangunan karakter sejak dari awal pada bangsa Indonesia menjadi titik penting pembangunan bangsa,” terang Didik Suryadi.

Adanya keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, berbagai suku masyarakat dan agama mempertontonkan bukti bahwa itu adalah kekayaan budaya Indonesia sebagai wujud dari kebhinekaan yang tunggal ika.

Disisi lain pemateri acara, Ucu Martanto dari Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, bahwa perlu adanya substansi rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk penguatan toleransi dan kebhinekaan di kalangan masyarakat. Sebab dengan adanya raperda tersebut bisa menjadi acuan bagi masyarakat untuk bisa saling berinteraksi dan bersosial. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang bisa hidup berdampingan tanpa adanya perselisihan.

“Itu yang coba kita rancang bekerjasama dengan Komisi A DPRD Jawa Timur dan Bakesbangpol Provinsi sebagai acuan membuat Raperda. Kalau ini sudah dibahas dan menjadi perda, maka ini akan menjadi perda yang pertama kali di Indonesia yang mengatur tentang penguatan toleransi dan kebhinekaan dimasyarakat,” jelasnya Ucu Martanto.

“Semoga ini tidak hanya menjadi naskah kertas yang hanya simbolis diketok dalam perda. Tapi juga bisa dilaksanakan dimasyarakat,” harapnya.

Kusbiyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro menjadi pemateri yang terakhir mengisi tentang kewaspadaan dini masyarakat. Dan menghimbau kepada masyarakat, agar pasca pemilihan kepala daerah Bojonegoro supaya tetap damai tanpa ada gesekan dimasyarakat.

“Dan alhamdulillah tadi jam 11 KPU Kabupaten Bojonegoro secara resmi telah menetapkan pemenang pasangan Anna Muawannah-Budi Irawanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro tahun 2018-2023. Makanya saya datang terlambat di acara ini karena lebih dulu mengikuti rapat pleno KPU tersebut,” terang Kusbiyanto seraya disambut gerrr peserta sekaligus menutup acara.

4+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *