“Pemuda dalam menciptakan harmonisasi kehidupan perlu adanya bimbingan dari para ulama agar tidak salah pergaulan,” demikian yang disampaikan AKBP Ary Fadli Kapolres Bojonegoro dalam Pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) Kabupaten Bojonegoro 2018, Kamis (12/07/2018).

Dalam kehidupan, menurut Kapolres, ada beberapa tahapan perubahan pada diri seseorang, yaitu tahapan tumbuh dari kecil menjadi besar, dari bodoh menjadi pintar karena terus mau belajar dan yang tidak kalah penting adalah tahapan perubahan teknologi. Karena perubahan teknologi menjadi bermanfaat jika bisa menggunakannya dengan cara yang tepat. Tetapi sebaliknya, penggunaan teknologi dengan cara yang salah, maka, juga akan merugikan pihak lain.

“Tersebarnya berita bohong (hoaxs) adalah contohnya. Barang siapa yang menyalahgunakan perubahan teknologi (menyebar berita hoaxs), maka juga akan di ancam dengan pidana.” tegasnya.

Disisi lain, Kasat Narkoba Polres Bojonegoro, AKP Adhi Bambang Tenggani, yang mengisi materi tentang narkoba juga mengingatkan akan pentingnya penanaman akhlak kepada generasi muda agar terhindar dari jeleknya pengaruh narkoba. Sebab ketika anak muda sudah terjerumus dalam lingkaran narkoba, akan sangat sulit keluar dari jaringannya.

“Karena mereka sudah tersistem dalam pemasaran narkoba. Maka, mudah sekali merusak generasi muda lewat media apapun,” jelas AKP Adhi Bambang.

H. Saptoto Priyo Rahardjo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan, bahwa ini adalah agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh DPW LDII Propinsi Jawa Timur. Dengan tujuan untuk menggembleng para pemuda LDII agar bisa berakhlakul karimah, alim dan faqih dalam agama serta mandiri. Dengan mempunyai kefahaman agama yang tinggi, maka secara otomatis tidak terpengaruh dengan kehidupan negatif dimasyarakat.

“Sehingga pemuda LDII bisa menjadi pemuda yang beriman. Sesuai motto pada acara ini, yaitu kecil terbina, muda berkarya, hidup bersahaja, berkeluarga bahagia, tua sejahtera, mati masuk surga,” terangnya.

Pria yang juga pengusaha Bakso Mr Granat 354 ini menjelaskan lagi bahwa, pemuda LDII diharapkan tidak merokok, minum minuman keras apalagi menyentuh narkoba. Untuk itu, semenjak genderang perang ditabuh melawan narkoba, warga LDII sebagai bagian dari masyarakat siap membantu kepolisian dalam tugasnya melawan narkoba.

“Karena itu adalah tujuan kita sehingga bisa membentuk pemuda LDII yang professional religius,” kata H. Sapto sapaan akrabnya ketika ditemui oleh ldiibojonegoro.com.

Acara PERMATA CAI 2018 sendiri dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) dibawah binaan DPD LDII Kabupaten Bojonegoro. Dihadiri oleh AKBP Ary Fadli Kapolres Bojonegoro, KH Alamul Huda Ketua FKUB, Kapten Inf Suko Maulono perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, Seluruh pengurus DPD LDII, Ketua PC dan PAC LDII se Kabupaten Bojonegoro dan tamu undangan dari warga dan pemuda LDII seluruh Kabupaten Bojonegoro. Acara ditutup dengan tausiyah agama dan doa oleh KH Alamul Huda, Ketua FKUB sekaligus pengasuh Pondok Pesantres Al Rosyid, Ngumpak Dalem, Dander, Bojonegoro.

 

8+

Users who have LIKED this post:

  • avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *