Oleh: Tim KIM DPD LDII Kabupaten Bojonegoro.

Bagi anda yang hobby berpelesiran wisata ke berbagai tempat disekitaran Jawa Timur atau bahkan di Indonesia, belum afdol rasanya kalau belum pernah singgah ke Kabupaten Bojonegoro. Cobalah sekali-kali mengunjungi obyek wisata yang ada di Kabupaten yang bersebelahan dengan Kecamatan Cepu, Propinsi Jawa Tengah ini.

Tempat wisata di Kabupaten ini sangat lengkap. Karena dibulan November 2017 kemarin, Bojonegoro termasuk salah satu dari 10 Kabupaten di Indonesia yang mendapatkan predikat sebagai Kabupaten yang mempunyai daerah wisata geopark dari Kementerian pariwisata.

Geopark Bojonegoro sendiri dibagi menjadi 3 macam, yaitu Geosite (Warisan bumi), Beosite (Agrowisata) dan Cultursite (Warisan budaya).

Untuk geosite (Warisan bumi) Kabupaten Bojonegoro mempunyai 7 spot wisata yaitu Kayangan Api, Wonocolo, Kedung Maor, Sungai Banyu Kuning, Gunung Batu, Watu gandul dan Negeri Atas Angin.

Kemudian Beosite (Agrowisata) ada Agrowisata salak, Agrowisata Belimbing, Agroiwisata Jambu, Agrowisata durian, Agrowisata kelengkeng dan penangkaran rusa di Kecamatan Malo.

Sedangkan untuk Cultursite (Warisan Budaya) ada Masyarakat Samin yang berada di Kecamatan Ngraho dan Margomulyo, Kuburan Kalang di Kecamatan Malo dan sandur di Kelurahan Ledok.

Dari beberapa spot wisata diatas, cobalah anda berkunjung ke Kecamatan Kedewan. Disitulah anda akan menjumpai spot wisata yang menarik, unik dan sangat berbeda dengan yang lain. Karena inilah spot wisata geosite (Warisan bumi) yang berupa penambangan minyak tradisional satu-satunya yang dimiliki Indonesia, atau biasa disebut dengan “The Little Teksas Of Wonocolo”, yaitu penambangan minyak tradisional (Petroleum Herritage) yang sudah ada sejak zaman Belanda hingga sekarang.

Tempatnya pun berada dibukit gundul yang disulap menjadi daerah tambang minyak. Mulai di Desa Wonocolo, Beji, Hargomulyo dan Kawengan. Bahkan menyebar sampai di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Di penambangan ini, banyak sekali sumur minyak yang disuling/dipompa untuk diambil minyaknya dari dalam tanah oleh penambang dengan cara tradisional. Kalau dulu zaman Belanda dengan cara memakai pompa/sumur angguk. Penambang sekarang sudah memakai mesin truck yang didesain untuk menarik seling besi yang menancap ke sumur minyak, kemudian ditarik ke atas melalui katrol dengan mesin tersebut, hingga minyakpun menyembur keluar dan mengalir ke bak penampungan yang telah disediakan.

Minyak yang sudah dibak penampungan tersebut, kemudian direndam/dibiarkan dengan tujuan untuk memisahkan minyak dengan air. Setelah terpisah, minyak diambil dan dimasukkan ke pull (Bak penampungan minyak yang lebih besar). Baru kemudian dikirim dan dijual ke pertamina.

Itulah pemandangan setiap hari yang bisa anda dapatkan dipenambangan sumur minyak tradisional di Kecamatan Kedewan. Anda penasaran…??? Silahkan datang dan nikmati suguhan wisata geopark yang tak biasa ini. Selamat mencoba.


10 Wisata Geopark Di Indonesia:

1. Geopark Belitung (Bangka Belitung).
2. Raja Ampat (Papua Barat).
3. Tambora (Nusa Tenggara Barat).
4. Maros-Pangkep (Sulawesi Selatan).
5. Bojonegoro (Jawa Timur).
6. Bromo-Tengger (Jawa Timur).
7. Tanah Minang (Sumatra Barat).
8. Pegunungan Dieng (Jawa Tengah).
9. Karangsambung-Gombong selatan (Jawa Tengah).
10. Sangkuriang (Kalimantan Timur).

 

1+

Users who have LIKED this post:

  • avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *