Dengan terkesiap laki-laki itu mengusap wajah dan mengucek matanya sambil menoleh ke kanan dan kirinya dengan air muka nampak kebingungan. “Celaka! Betulkah ini?!” ujarnya dalam hati. Dengan seksama diperhatikannya daun jendela yang terbuka tertiup angin. Seberkas cahaya menyorot kedalam kamarnya. Laki-laki itu mengira matahari terbit dari barat. Ternyata dia tidur terlalu lelap setelah penat bekerja hingga matahari sudah hampir terbenam menyisakan cahaya merah kekuningan. “Ah, ternyata sore”, gumamnya sambil tersenyum sembari menepuk jidatnya.
Sebagaimana pesan Rasulullah SAW bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi hamba Allah yang berbuat kesalahan hingga nanti tiba saatnya matahari terbit dari barat. Ketika hal itu telah terjadi, seseorang yang menyatakan bertaubat dari kesalahannya atau melaksanakan kebaikan-kebaikan dan amal sholih dan bahkan mengikrarkan keimanannya, semua itu tidak ada manfaatnya .


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ؛ تَابَ اللَّهُ عَلَيْه
رواه مسلم
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ فَرَآهَا النَّاسُ، آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا }،رواه البخاري

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai tempatnya alpa dan lalai. Bahkan andaikan manusia hidup di muka bumi tanpa berbuat kesalahan sama sekali, justru Allah SWT akan menciptakan makhluk lain yang berbuat salah kemudian mau bertaubat.
Kesalahan kepada Allah SWT cukup dengan bertaubat memohon ampunan kepada Allah SWT dengan tubatan nasuha yaitu dengan menyadari atas kesalahannya, menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya, memperbanyak membaca istighfar dan menunaikan kafarah berupa amal Sholih yang banyak sebagai upaya untuk mencari pilihan pahala.
Namun, kesalahan yang terjadi diantara sesama anak Adam, selain harus bertaubat memohon ampunan kepada Allah SWT, juga harus dihalalkan di islah kan sebelum datangnya kematian. Hal ini agar tidak timbul penyesalan di akhirat. Karena penyelesaian masalah di akhirat akan membawa seseorang pada kebangkrutan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ؟ ” قَالُوا : الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ. فَقَالَ : ” إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا ؛ فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ ؛ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ “.رواه مسلم

Artinya:”Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: tahukah kalian apakah Al muflis (bangkrut) itu? Sahabat menjawab: Al Muflis (bangkrut) di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda. Rasulullah bersabda: Al Muflis (bangkrut) di kalangan umat ku akan datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, zakat, namun dia juga datang membawa dosa karena mencela orang ini, menuduh pada orang ini, memakan harta milik ini, mengalirkan darahnya ini, dan memukul ini. Lalu orang ini diberi dari kebaikannya, dan ini juga diberi dari kebaikannya. Maka jika habis kebaikannya sebelum semuanya tertunaikan, maka kesalahan-kesalahan mereka ditimpakan pada orang tersebut lalu dilemparkan dalm neraka.”HR. Muslim.


Sebagai hamba yang berlumuran dosa, hendaknya kita seseing mungkin untuk bertaubat kepada Allah SWT dari semua kesalahan dan memperbanyak memohon maaf kepada orang lain dari kealpaan yang kita perbuat.


Masih ada waktu, sebelum matahari terbit dari barat.

4+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *