Arena Car Free Day (CFD) setiap minggu pagi di alun-alun Bojonegoro agaknya menjadi tempat yang pas untuk memasarkan berbagai produk. Segala bentuk produk ada di acara CFD ini mulai dari baju, kaos, sepatu roda, aneka makanan dan minuman bahkan promo sebuah penjualan perumahan pun juga ada.

Inilah yang dimanfaatkan oleh sekelompok remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bojonegoro untuk juga memasarkan produknya. Yaitu menjual minuman teh yang diracik sedemikian rupa sehingga tersaji minuman teh yang berbeda dengan teh yang lain.

“Kami memang membuat minuman teh dengan racikan yang kami campur dengan bahan lain sehingga menjadikan hasil teh racikan kami rasanya berbeda yang teh-teh yang lain,” jelas Dodi Satrio Nur Kholis ketua remaja tersebut.

Lebih lanjut, terang Dodi, banyak remaja zaman sekarang kayaknya sudah merasa malu dengan berwiraswasta ataupun berjualan. Padahal apapun yang mereka kerjakan dengan berjualan selagi halal dan bermanfaat itu juga bisa membantu mereka meringankan beban orang tua dan menambah pendapatan sendiri. “Inilah yang kami coba bersama teman-teman untuk mengubah gaya hidup remaja sekarang yaitu dengan berjualan di acara CFD,” terangnya.

Untuk menarik konsumen, terang Dodi, bersama teman-teman yang lain berusaha agar hasil kreasinya bisa diterima masyarakat, penyajiannya pun didesain sesuai dengan selera anak-anak muda sehingga membuat banyak pejalan kaki ataupun orang yang berolah raga dikawasan alun-alun tertarik untuk mampir mencicipi teh tersebut. “Rasanya lebih manis, lebih segar dan lebih menyehatkan,” ujar Panca, salah satu pengunjung.

Lukmantoro Hakim, salah satu pengurus lain menerangkan, bahwa kegiatan kemandirian dengan berjualan ini baru pertama kalinya dilaksanakan di arena CFD. “Kedepan kita akan rutin membuka lapak kita di CFD,” katanya.

Bahkan saking banyaknya pengunjung yang datang, sebelum acara CFD selesaipun penjualan teh para remaja ini sudah habis. “Alhamdulillah dihari perdana kita mampu menjual teh kita sampai habis,” katanya bangga sambil menunjukan thermos yang sudah kosong.

Kedepan teh yang mereka buat akan dijadikan satu dengan jajanan yang juga mereka buat sendiri. “Insya Alloh nanti kita tambahi dengan donat sehingga bisa satu paket dengan teh,” tambah Falina salah satu pengurus putri yang juga ikut hadir. (asa)

 

 

4+

Users who have LIKED this post:

  • avatar
  • avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *